di Kehidupan Berikutnya

11:58:00 PM

Apa yang terjadi di dunia ini sebenarnya semua ada jawaban dan alasannya. Kalau sel otak kita dipaksa beroperasi maksimal, mungkin tidak ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya. hanya perkara rumit atau sederhana saja. satu dibagi nol yang katanya tak terhingga pun mungkin sebenarnya bisa dihitung. seperti jarak yang tercipta untuk menghargai seseorang ketika ia dekat. Begitupun kemarau, keringnya tercipta agar kita mensyukuri setiap tetes air yang jatuh dari langit. sama halnya dengan orang-orang ber-IQ tinggi, tercipta supaya orang ber-IQ biasa-biasa saja diremehkan oleh mereka, sehingga menjadi cambuk agar berusaha lebih keras. 

Pasti ada alasan kenapa kudanil sengsara bila tidak berkubang di kolam berlumpur, tapi kucing angora shamponya pun harus khusus. kenapa buah mangga kulitnya warna hijau padahal isinya kuning. ada alasan kenapa dalam Bahasa Inggris, hati adalah jantung, sementara dalam Bahasa Indonesia, hati adalah liver padahal lambang heart pun seperti jantung. Dimanapun sebenarnya hati itu berada, yang jelas ada alasan kenapa hati tidak diletakkan di dengkul. sebab jika hati ada di dengkul,mungkin saat saya memakai dengkul untuk berlutut minta senyummu, hati saya bisa tertinggal jatuh di jalan. Bisa jadi terinjak roda hidup kamu. dan saya jadi wanita yang tak punya hati. padahal katanya wanita kalau mikir pake perasaan yang letaknya di hati. 

Jika semua ada alasan dan jawabannya, maka sudah sepatutnya ada alasan atas pertanyaan 'why you don't even treat me like a lady while I treat you like a king?'

Mungkin di kehidupan yang berikutnya kamu adalah orang yang akan memperlakukan saya seperti ratu. Jadi nanti saya nggak sempet nulis seperti ini karena terlalu bahagia menghabiskan waktu sama kamu. Makanya saat ini saya dikasih yang nggak enak nggak enak terus. biar saya punya bahan buat nulis aja :)

You Might Also Like

0 comments