Surat Untuk Cinta Pertama

5:39:00 PM 0 Comments A+ a-

kepada cinta pertama,

Melalui surat ini, aku cuma mau mengungkapkan bahwa tidak selamanya jatuh cinta pada orang yang sudah beristri adalah hal yang buruk. Justru aku merasa beruntung karena cinta pertamaku adalah pria yang sudah menjadi suami orang. Suaminya mamah ku :)

Iya, Papah adalah panggilan sayang untuk cinta pertamaku.
Apa kabar, Pah? Sehat kan?
Masih suka ngomelin mamah karena mamah suka buang-buang kertas sembarangan?
Kapan ya terakhir kali kita kencan? setahun yang lalu?

Masih inget nggak, Pah... dulu kita sering jam satu atau jam dua lewat tengah malem pergi berdua karena yang lain udah pada tidur. Momen-momen yang paling bikin kangen. Ngebut di jalanan kosong, yang kalau ada mamah di kursi sebelah, pasti teriak-teriak. bareng semilir angin malam yang hembusannya membawa setiap rindu ke alam mimpi, kita jalan. sekedar nyari makan di warung nasi jamblang, atau ngemil. Tapi ngemil nasi goreng kambing.

Berbincang serius tentang ini itu. Sesekali tersisip canda yang serupa nasehat diantara deruman mobil yang melintas. tentang nanti aku harus kuliah dimana, kerja dimana, beli tanah dimana, mau bikin usaha apa, tentang Tuhan dan semesta alam, tentang masa mudamu yang kamu bangga-banggakan, tentang mamah yang abis ngomel-ngomel, tentang trik-trik mempengaruhi orang, tentang apa saja.....bahkan kita pernah berdebat alot tentang 2 kali 3 dan 3 kali 2 adalah hal yang sama atau berbeda! tapi nggak pernah sekali pun kita membahas tentang kapan dan dengan siapa nanti aku akan menikah. Oh pernah deng, pas aku ngambek mau berhenti kuliah karena ujian nya susah dan aku minta dijodohin aja. Dan Papah mengajukan kerbau nya Mang Ejang. Buat jadi suamiku.

Aku nggak pernah berhenti bangga sama Papah. Sosok pekerja keras yang luar biasa menginspirasi. Cuek, tapi perhatian. Nyablak, nggak rapih, tapi lumayan teratur. Ya, sekarang aku ngerti darimana sifat dasarku berasal--sifat buruk lebih tepatnya.
Di pertemuan kita yang terakhir, aku sempat terhenyak, karena ternyata helai rambut putih mu sudah bertambah cukup signifikan dibanding sebelumnya. Time flies so fast. Dan kita udah sangat jarang menghabiskan waktu berdua. karena kesibukanmu dan jadwal kuliah yang nggak pernah akur. 

Kadang aku ngerasa belum melakukan apa pun, selain menyedot saldo rekeningmu. Semoga aku masih dikasih kesempatan untuk membalas beberapa ya, Pah. Sampai pada saatnya nanti, tetaplah jadi Papah yang keren. Papah paling keren sedunia, walaupun nggak doyan keju dan pasta.

Kalau orang bilang, cinta pertama takkan tergantikan, memang benar. Papah nggak akan tergantikan. Dan Mamah ku, adalah orang paling beruntung di dunia. Karena punya foto duduk di pelaminan bareng sosok se-keren Papah!
Terima kasih sudah menikah dengan Mamah, Pah. Sehingga aku jadi wanita paling beruntung kedua karena hadir di antara kalian  :)

Besok aku pulang, Pah. Semoga Papah tetep kangen sama aku ya walaupun nggak pernah nelfon. Jangan makan kambing melulu! Inget kolesterolnya !

Salam sayang peluk dan cium dari wanita yang nggak akan bisa move on dari kamu,