Cerita Promil 2 - USG Transvaginal dan Tes Sperma

3:03:00 PM

Biar nyambung, baca dulu ya cerita part 1 di : Memilih Obgyn dan Androlog

Kunjungan pertama ke dr Edwin Kurniawan kami disambut dengan wawancara singkat seperti kapan menikah dan kapan terakhir menstruasi. Kami juga cerita kalau kami pejuang LDM. Terus beliau tanya "tapi kalian yakin udah berhubungan seksual?"

Hah pertanyaan macem apa ini? apakah karena muka kami terlihat bocah dan nggak meyakinkan?
"ya yakin lah dok"

"Bener? Soalnya banyak lho pasangan yang dateng ke saya mengeluh nggak hamil-hamil. Ternyata mereka nggak pernah benar-benar berhubungan seks."

Hah apa sih? maksudnya gimana?  sampai akhirnya kami jadi ragu sendiri, yang kami lakuin kemarin tuh udah bener nggak ya? pulangnya kami berniat nonton video bokep bareng untuk belajar, please jangan ditiru :)

Saya kemudian diperiksa dengan USG Transvaginal. Awalnya sempat ngilu dan dokternya curiga "jangan-jangan kamu vaginismus, kita punya lho spesialis yang concern ke vaginismus".

Googling sendiri ya vaginismus itu apa. tapi kayaknya sih saya tegang doang, bukan vaginismus.

"Oke, rahimnya bersih, ada miom sedikit, kecil sekali, nggak mengganggu kok. Ketebalan rahimnya juga sudah oke. Ini lagi masa subur ya? ada sel telur yang hampir matang di sebelah kiri. diameternya 16 mm. Dicoba berhubungan secara alami dulu ya."


Kalau yang pernah saya baca sih, ukuran sel telur normal yang siap dibuahi itu 18-24 mm ya, tapi who knows, mungkin memang masih perjalanan menuju matang. dr Edwin ini sebenernya cukup komunikatif dan mau menjelaskan ya kalau kita nanya, tapi kalau kita nggak nanya, ya nggak dijelasin.

Saya diberi vitamin asam folat dan Hanif diberi surat rujukan untuk tes analisis sperma. Tes spermanya ternyata nggak bisa langsung, karena sayarat utamanya sperma mengendap di tubuh nggak boleh lebih dari 2-4 hari, karena kualitasnya bakal jelek, takutnya hasil analisisnya jadi bias.

Oh, maybe that's why nggak hamil-hamil. Kan Hanif ngeluarin sperma di weekend doang :) Begitu kira-kira pikiran kami
Akhirnya Hanif tes sperma minggu depannya, dan hasilnya baru keluar 3 hari kemudian.

***

Hasil tes sperma saya ambil sendiri sepulang dari kantor. Saat itu posisi Hanif di Jakarta. Isinya ternyata banyak banget, 1 halaman HVS Full yang saya juga kurang ngerti maksudnya apa, tapi dibagian kesimpulan tertulis: Teratozoospermia

Bersambung ke part selanjutnya : Cerita Promil 3 - Teratozoospermia


You Might Also Like

0 comments