Cerita Promil 3 - Teratozoospermia

12:42:00 PM

Setelah melihat hasil analisis sperma Hanif yang menyebutkan kesimpulan "Teratozoospermia", saya langsung googling, dan result yang keluar cukup mencengangkan. Hampir semua artikel dan situs tanya jawab dokter bilang solusi satu-satunya jika mau punya anak dari orang yang punya teratozoopermia adalah bayi tabung / IVF. Hah. gimana, bentar-bentar...

(Cerita sebelumnya bisa dibaca di : Cerita Promil 2 - USG transvaginal dan Tes Sperma)
(atau baca cerita dari part 1: Memilih Obgyn dan Androlog)


Jadi sepemahaman saya dari hasil googling, teratozoospermia ini adalah kelainan sperma yang mengacu pada kelainan bentuk sel-sel sperma. Setidaknya, sperma dinyatakan masih dapat berfungsi dengan baik jika memiliki 4% sperma yang berbentuk normal.

Kelainan pada sperma ini dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu :

  • Teratozoospermia ringan, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya sekitar 15%.
  • Teratozoospermia sedang, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya sekitar 10-15%.
  • Teratozoospermia berat, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya kurang dari 10%.
Penyebab dari kelainan ini sendiri belum jelas, diduga karena kelainan akrosom, usia, ketidak seimbangan hormonal, cedera, atau genetik.
kelainan sperma
Nah, di hasil lab yang saya pegang, Hanif hanya punya 2% sperma yang normal, artinya... 98% nggak normal.

Oke, inhale, exhale... Saya fotoin hasil lab nya karena Hanif juga penasaran pengen lihat, dan berakhir dia nangis kejer di sana sendirian--karena dia pun googling yang resultnya bilang jalan keluar satu-satunya adalah IVF. Dia berkali-kali minta maaf dan merasa bersalah karena selama ini yang dinyinyirin saya susah hamil ya saya, ternyata dia (merasa) juga punya andil. Saya telepon sambil berusaha menenangkan, dan bilang "ya tenang aja lah, kan cuma butuh 1 sel sperma kok dari jutaan itu" tapi malah ujung-ujungnya ikutan nangis karena denger dia nangis, dan nggak bisa peluk haha. Yang lebih sedih, besoknya Hanif harus ada agenda interview user untuk masuk ke perusahaan baru. Dengan dia jadi stres dan kalut begini, saya jadi merasa bersalah banget ngambil hasil tes di saat yang kurang tepat.

Tapi saya mencoba berpikir jernih,
"udah konsul dulu aja ya ke androlognya. Siapa tau kita salah tafsir"

***

Hari sabtunya, kami konsul ke dr Adi Santosa Maliki, Sp. And.

Begitu masuk, kesan pertamanya dokternya cukup ramah. Kami cerita bahwa kami lagi program hamil sambil menyerahkan hasil analisis sperma. Dia buka kertasnya, lalu baca-baca sebentar dan angguk-angguk sambil bilang...
"Oh ya, ada terato sedikit ya ini. Tapi it's okay, sedikit doang kok ini. Masih sangat bisa hamil alami kalau mbaknya nggak punya masalah infertilitas"

HAH? masa sih? Kok sedikit sih? bukankah hasil googling saya dan Hanif kemarin bilang kalau kasusnya Hanif ini sudah termasuk teratozoospermia berat? Dan jalan satu-satunya untuk hamil hanya dengan IVF? Apa dokternya ini bohong buat nenang-nenangin doang? apa gimana?

"yang bener dok?"

"Iya bener, cuma butuh vitamin dan suplemen aja lah saya kira, nanti saya resepkan. Tapiii mungkin hasilnya nggak bisa instan. Biasanya 3 bulan. Ini suplemennya saya resepkan buat sebulan dulu. Kalau sudah habis, mas nya bisa tes sperma lagi untuk lihat apakah ada pengaruhnya Nanti konsul lagi sama saya. Kecuali mbaknya sudah hamil ya, ya nggak perlu lagi"

"Beneran dok? masih bisa secara alami? kan cuma 2%..." iya, masih mikir kalau dokternya ini ngomong begini biar kita nggak stres doang. Gini lah kalau kebanyakan baca tapi dari hasil googling doang.

"Iya bener, parameter lainnya bagus kok. termasuk ringan ini. ya kecuali kalian sudah nggak tahan sama nyinyiran keluarga dan netizen, pengen hamil lebih cepat, bisa kita bantu pakai insemenasi, tapi mbak nya harus tes HSG dulu untuk memastikan ada masalah nggak di tuba falopinya. tapi saya balikin lagi ke dr Edwin sih keputusannya mau seperti apa. Tapi ya, kalau memang mbak nya nggak ada masalah, saya lihat, masih bisa banget ini dicoba dulu berhubungan seks secara alami. Sayang lho."

Hanif dikasih tips-tips apa aja yang harus dilakukan, dimakan, dan dihindari. Ya standar sih, banyak makan toge dan sayuran, protein yang sehat. Saya inget banget, dokternya bilang protein sehat nggak harus ikan salmon. Ikan salmon memang bagus, tapi apakah harus setiap hari? ya nggak juga. banyak sumber protein yang lain. Menghindari rokok dan asap rokok, nggak naik motor dengan tangki bensin di depan, nggak berendam air panas, menghindari stres berlebihan, dan yang paling penting--sekaligus yang paling sulit kami lakukan: berhubungan seks rutin 2 hari sekali, soalnya kami LDM hahaha

(Ini kalau mau baca tentang kenapa kami LDM : Cerita Long Distance Marriage)

"Ya itu sih saya kembalikan lagi ya, kalau mau cepat hamil ya harus ada yang mengalah. Silahkan kalau masih tetap mau LDM, tapi salah satu harus berkorban 2 hari sekali nyamperin. boleh aa nya, boleh teteh nya. karena masa subur spermanya ya di situ."

Setelah itu, tanpa diperiksa lebih lanjut, Hanif diresepkan suplemen buat sebulan yang ternyata harganya nggak murah :) 2 juta lebih deh kira-kira. Kemudian kami dirujuk lagi ke dr Edwin. Berhubung masih pagi dan dr Edwin juga masih praktek, kami langsung daftar aja mumpung antriannya sepi.

Sama seperti dr Adi, dr Edwin juga pas lihat hasil analisis spermanya langsung berkomentar "oh sedikit doang kok ini, ringan" Ya ampun terus ngapain kita nangis-nangis kemarin?? apakah sia-sia.... :")

Oke deh. Lesson learned: boleh googling dan baca-baca tapi jangan ditelan mentah-mentah karena kondisi setiap orang bisa beda-beda, apa lagi masalah medis. Nggak bisa ngalahin sekolahnya dokter spesialis! Haha.

Hari itu kebetulan mendekati jadwal menstruasi saya yang biasanya selalu tepat. saya di cek lewat USG transvaginal lagi, dan kata dokternya sel telur yang kemarin sudah nggak kelihatan, sudah terjadi penebalan dinding rahim, dan sudah dipastikan beberapa hari lagi saya menstruasi :")
Nah untuk mempersiapkan sel telur selanjutnya agar saat masa subur bisa lebih siap dibuahi, saya diresepkan suplemen yang harus diminum di hari kedua menstruasi selama lima hari, juga vitamin E. Nanti balik kontrol lagi di hari ke 12 dihitung dari hari pertama menstruasi.

Kelanjutannya bisa dibacai di: Cerita Promil 4 - PCO

You Might Also Like

2 comments

  1. Wiii seru2 bacanya... eh tapi aku pernah promil alami ya. Karena memang jadwal mens aman jadi gamoang buat nentuin masa subur (LDM juga) seringnya aku yg samperin suami pas lagi ovulasi tapi tau gak kalo semakin berekspetasi bakal berhasil malah gak lama mens. Rasanya kecewa bgt. Udh bela2in ongkos, titip anak ke neneknya, rajin kinsumsi adam folat bela2in, bertengkar gara2 pas masa subur suami gak bs bikin anak krn LDM, 2 apa 3 kali ya gagal pembuahan. Akhirnya saya putus kan untuk cuti dari ikhtiar bikin anak, mau ilangin stres akibat ekspetasi terlalu tinggi. Malah pas bodo amat sama masa2 ovulasi, disitulah saya hamil... hihi

    ReplyDelete
  2. setalah cek sperma lalu konsumsi vitamin dan obat dari dokter apa melakukan cek sperma lagi? bagaimana hasilnya?

    ReplyDelete