Tips Memilih Menu dan Menghitung Porsi Catering di Acara Pernikahan

2:38:00 PM

Menurut kami, yang paling utama dalam sebuah pesta adalah makanan. Ketika kita mengundang banyak tamu untuk berbagi kebahagiaan dan silaturahmi, maka menjamu mereka dengan sebaik-baiknya adalah tugas kita nomor satu. Apalagi tamunya sudah datang jauh-jauh dari luar kota. Tentu dengan budget semampunya dong, karena di sinilah porsi duit paling besar dikeluarkan... 

Untuk vendor catering di Cirebon, Mama sudah mantep dan tidak bisa diganggu gugat akan pilihannya: Mayang Catering. Walaupun usianya masih tergolong baru, pilihan menu dari mereka enak, cukup bervariatif dan up to date, sudah langganan dipakai mama juga di beberapa acara, dan dekorasinya bagus. 



Tips dan bahan pertimbangan yang bisa saya rekomendasikan untuk teman-teman terkait vendor catering antara lain:

1. Sering-sering datang ke kondangan, sekalian test food
Ini urusan mama sih. Haha. saya pernah datang beberapa kali juga ke acara pernikahan dengan vendor mayang catering. Rata-rata enak dan memuaskan. Sisi buruknya kadang kurang cekatan untuk beresin sisa makanannya. Ini sudah kami antisipasi dengan nambahin staff bersih-bersih dari penjaga venue nya. 

2.  Pilih yang dekorasinya bagus
Penting juga memilih vendor catering dan dekorasi yang sering kerja bareng, karena meja untuk makan dan dekorasinya adalah tanggung jawab pihak catering, bukan pihak dekor. Jadi biar konsepnya nyambung gitu.


3. Menghitung Porsi
Ada banyak cara menghitung porsi, tapi yang saya pakai di acara kemarin adalah:
- jumlah undangan dikali 2
- dikurangi probabilitas tidak hadir 20%
- distribusi buffet dan stall diatur oleh pihak cateringnya (80% dari jumlah pesanan :40% dari jumlah pesanan)
contoh perhitungan untuk acara kami kemarin:
- jumlah undangan 850; dikali 2 = 1700 porsi
- probabilitas tidak hadir 20% = 1700 - (20% x 1700) = 1360 porsi
- distribusi buffet dan stall ngikut dari cateringnya.

kami memilih paket dengan 9 stall +  1 buffet (diganti jadi 3 island) + dessert, distribusinya diatur oleh pihak catering.

4. Memilih menu
Biasanya, pihak catering akan memberikan pricelist per porsi berdasarkan paket yang ditawarkan, dan kita bebas memilih, atau bisa customized menu sendiri. Vendor catering di kota besar seperti Jakarta dan Bandung biasanya menunya sudah unik, beda sama di Cirebon yang menu buffet nya masih seputar sambel goreng ati dan capcay -_- , karena nggak ada yang berinisiatif minta menu baru.


Saya udah agak lupa, tapi kayaknya ini paket yang kita ambil, kayaknya lho ya. tapi hampir seluruh susunan menunya diganti. 
Kami tidak pakai buffet, tapi menu "nasi" sebagai identitas buffet nya orang Indonesia diakomodir dalam 3 island, yaitu:
- nasi bali (nasi hijau + sate lilit + dendeng balado + apalagi ya lupa )
- nasi soto banjar
- nasi liwet dan lauk-pauknya
jadi jatah menu buffet didistribusikan ke 3 island ini. sudah termasuk buah dan air mineral gelas.

Untuk stall pondokan saya agak lupa karena nggak kebagian lah jelas :)), seinget saya kalau nggak salah, ada:
- empal gentong & sate padang + lontong
- kambing guling + lontong
- salmon pastry (ini menu baru kita request sendiri, dan enak!)
- dimsum
- mie bakso
- lasagna & creamy pasta
- chicken cordon bleu + potato wedges
- martabak manis & asin
- zuppa soup

ini dihitung 9 stall ya. tipsnya biar terlihat banyak jenisnya, minta ke pihak catering satu stall ada 2 menu. misal jatahnya 100 porsi, bisa 50 empal gentong + 50 sate padang :D
jangan lupa pilih menu yang berat-berat dan mekhteh, jadi pada cepet kenyang :)
kami nggak nambah catering dari luar lagi, karena ini pun sudah pusing :))

untuk menu dessert saya lupa ada apa aja. lupa banget! seingetnya aja
- pofertjes + es krim
- thai tea ice, green tea latte ice
- es timun atau es melon, lupa!
- mini soes tower (ini bonus :) )
- udah berusaha mengingat tapi masih lupa gatau apaan lagi.
- sama ada dessert corner (menu dessert kecil-kecil gitu) seadanya, yang penting ada :))





harga yang diberikan ke kami menjadi nggak seperti yang tertera di pricelistnya karena ada beberapa penyesuaian, dan alhamdulillah kata orang-orang, makanan berlimpah tidak kurang, juga tidak berlebih, sisanya sedikit dan masih dalam batas wajar.

oh iya, sekalian untuk menu akad kami dapat 150 porsi lontong sayur (hasil nego), ditambah kalau kurang ada nasi soto banjar. Saya nggak tau akhirnya lontong sayurnya cukup atau nggak, karena rempong dandan sis!

untuk pengajian H-1 juga cateringnya dari mayang catering sekalian. menunya tekwan dan sate ayam. enak, praktis dan tidak repot.

5. Sediakan plastik untuk bungkus sisa makanan
Ini inisiatif dari mama, teman-teman beliau yang jadi panitia dan among tamu sejak awal udah diberikan beberapa plastik dan dipesenin "Silahkan kalau ada sisa makanan, pada bungkusin sendiri-sendiri, nggak perlu minta ijin ke kami" Karena kami pasti riweuh sama tamu dan nggak akan sempet! Lucunya, karena lupa berkoordinasi sama tim dari catering, saat ibu-ibu ini sibuk bungkus-bungkus makanan, mereka tercyduck difoto oleh staff cateringnya dan dikirim ke mama :)). mungkin takut kalau-kalau disalahkan kok sisanya sedikit :))

Wah jadi panjang gini ceritanya, semoga berguna :D

You Might Also Like

0 comments