Cerita Promil 4 - Polycystic ovary (PCO)

1:44:00 PM

Sesuai dengan konsultasi sebelumnya, kami balik lagi ke dr Edwin di hari ke-12 setelah hari pertama menstruasi.

(Baca cerita sebelumnya di : Cerita Promil 3 - Teratozoospermia)
(atau baca ceritanya dari awal di : Cerita Promil 1 - Memilih Obgyn dan Androlog)

USG transvaginal lagi, dan hasilnya ada 1 sel telur matang dengan ukuran 25 mm. Jauh lebih besar dari sebelumnya yang cuma 16 mm
(Read more: Cerita Promil 2 - USG transvaginal dan Tes Sperma)
Menurut dr Edwin juga ini sel telur sudah siap dibuahi, tapiiii dari situ juga ketahuan ada banyak sel telur kecil-kecil di sekitarnya, "wah ini ada PCO juga... Rahim kamu juga retrofleksi..."



"PCO itu sama dengan PCOS dok?"
"iya sama, beda istilah aja. kalau yang ada S nya itu kan artinya ada sindrom nya. kalau PCO ya tampilan sel telur kecil-kecil nya ini. "

JDERRR.
Saya sering baca soal PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) dan cukup kaget soalnya saya sama sekali nggak punya ciri-ciri PCOS yang nampak dari luar seperti :

1. Menstruasi tidak teratur
Saya rutin mencatat jadwal menstruasi saya di aplikasi di handphone, dan jadwalnya saya selalu tepat sesuai prediksi dengan siklus 28 hari, kalaupun meleset paling sehari dua hari yang mana masih sangat wajar

2. Pertumbuhan rambut tidak normal
Rambut tidak normal di sini maksudnya kumis, jenggot, dan rambut lain yang nggak biasanya tumbuh di wanita normal yang disebabkan oleh peningkatan produksi hormon androgen. Saya nggak punya itu.

3. Jerawat berlebih dan obesitas
Nggak ada!

Saya kemudian menemukan instastory dokter @yassinbintang yang membahas soal ini:


Oke deh.

Terus kenapa sel telur kecil-kecil ini nggak keliahatan waktu di USG di kunjungan pertama kami? apa karena dokternya missed, atau karena efek suplemen yang buat sel telur saya jadi besar terus sel-sel telur yang kecil jadi kelihatan? Terus kok rahimnya jadi retrofleksi sih? kemarin nggak ada komentar itu tuh.

Pertanyaan-pertanyaan ini akhirnya cuma tercekat di tenggorokan karena saya terlampau shock. HAHA. soalnya saya nggak nyangka. Saya pikir, kalau pun saya punya masalah infertilitas, yang pasti bukan PCOS, karena saya nggak punya ciri-cirinya, eh ternyata ada yang namanya PCO, yaitu PCOS tanpa sindrom yang nggak kelihatan dari luar :)

(Lagi-lagi) dari googling, PCOS ini kuncinya harus menyehatkan gaya hidup gitu deh kalau mau hamil, kayak ngurangin gula, olahraga, dan banyak lagi PRnya. Mungkin bakal panjang perjalanannya, begitu pikir saya.

"Udah ya, jadi kamu nggak usah terlalu merasa bersalah banget. soalnya aku juga punya masalah ternyata," Saya cukup senang jadi punya bahan untuk menghibur down nya Hanif pasca divonis teratozoospermia. Sedih tapi ya ada senangnya gitu :))

Tapi dr Edwin masih tampak optimis. Dia bilang ini sel telurnya udah cukup ada yang bagus, yang siap banget dibuahi. Selain ngasih resep asam folat lagi, beliau juga kasih kami tanggal wajib untuk berhubungan seks. Nah ini yang ribet, mau ena-ena aja harus diatur jadwalnya biar hamil.

Biar nggak terlalu panjang, dilanjut ke part selanjutnya aja ya: Cerita Promil 5 - Promil Jarak Jauh

You Might Also Like

0 comments