Drama Dekorasi Pernikahan

3:39:00 PM

Untuk vendor dekorasi, sebenarnya saya nggak neko-neko, yang penting pantes, nggak tiba-tiba ambrol atau kejadian tidak diinginkan lainnya.
Pihak yang ribet adalah yang punya acara, yaitu mama-papa saya :)
Mereka nggak mau pakai bunga palsu, nggak keren katanya. Baik.
Fyi, harga dekor pakai bunga asli tuh bisa 2x lipat lebih lho.





Berbulan-bulan mereka memperdebatkan apakah florist pilihan papa sanggup ngerjain seluruh dekorasi sementara kita minta skecth dekorasinya aja nggak pernah dikasih. Pak florist ini punya link pedagang bunga dari Bandung sampai Malang, tapiii sebenarnya belum pernah mengerjakan dekorasi gedung. Pernahnya cuma dekorasi sederhana di pelaminan yang biasanya di depan rumah, itu juga di Palembang. ya tentu nggak pakai lighting, vas-vas bunga, dan apalah kebutuhan dekorasi lainnya. Papa nggak mau diganggu gugat, keukeuh, dan percaya bahwa dia bisa, sementara mama nggak mau ambil resiko. Saya juga jadi ragu. Berdebaaat terus sampai H-1 bulan acara akhirnya pak florist ini mendeklarasikan secara jujur bahwa dia nggak sanggup ngerjain dekor, kata mama kemungkinan karena pikirannya terpecah mau cerai sama istrinya di Palembang. Mungkin lho ya..

via GIPHY

Alhamdulillah, ketika kita menghubungi vendor dekorasi lain di H-1 Bulan ada yang available: @rizkyflorist . Jarang-jarang terjadi lho ini :))
tapi pak florist yang tadi masih bertanggung jawab kok, dengan menjadi panitia penanggung jawab dan pengawas dekorasi. oke.

Komunikasinya lebih sering sama mama jadi saya nggak terlalu ngerti, Long-short story, akhirnya saat meeting terakhir saya baru join, muncul sketch nya, dengan dominasi biru putih, karena baju resepsi saya rencananya biru.

Sebenarnya saya nggak terlalu setuju, karena inginnya hijau daun dan kayu-kayu rustic-rustic gitu, yang nggak menye-menye amat lah. Tapi kata mamah "apaan masa gitu doang"
Ingat, tidak ada yang bisa melawan selera mama. Mau ngotot "ini kan acara aku" tapi  sebagian besar tamu undangan dan dana ya dari orang tua, yaudah manut aja biar cepet.








Kunci agar kita legowo adalah berpikir realistis. Don't sweat by the small thing. Ya udah, yang penting nikahnya sama calon suami pilihan kita, yang penting akad nikah dan "Sah" nya kan. toh resepsi cuma sehari, itung-itung nyenengin orang tua yang berpikir bahwa ini semua demi nyenengin kita (rumit).

Ini susah sih buat saya yang dari kecil tontonannya udah drama korea dan film comedy romantic. Di kehidupan nyata cuma dapet "comedy" nya doang, "romantic" nya kagak :)) !
Begitu teman-teman, capek lho debat terus tuh. Mama saya pun udah pasti capek karena beliau hampir mengerjakan semua sendiri. Saya cuma bantu sodorin pilihan aja.

Jadinya ya akhirnya dominan sekali birunya, semi "frozen" gitu.
Bedanya frozen = beku
Cirebon = panas = meleleh
:))










If you know me, pasti langsung tahu ini semua bukan selera ku sama sekali. HAHAHA.
Tapiiiiiii berita baiknya adalah, pas hari H kita ternyata juga nggak peduli-peduli amat lho, pada akhirnya kita baru ngeh "oooo kemarin dekorasinya begini toh", ya dari foto-fotonya aja :)))







Lumayan lah ya, tapi sebenernya tetap nggak bisa menutupi gedung yang nggak bagus-bagus amat haha. If I really have to choose (and if I can), sebenernya mending gedung bagus dekor biasa aja sih, daripada dekor all out tapi gedung jelek wkwk.
tapi ya sudah, yang penting pantes :) Jangan terlalu terbebani dengan omongan orang-orang "kan acara seumur hidup sekali... harus sempurna dong" 

Jangan. Nanti stres, dan nggak ada gunanya :)






You Might Also Like

0 comments