Outfit of The (Big) Day

12:55:00 PM

Untuk attire pernikahan, kami memutuskan untuk sewa perdana alias jahit baru tapi hak milik tetap jadi punyanya designer--yang akhirnya agak kami sesali. bukan menyesal ingin dimiliki ya, tapi menyesal, mendingan sewa aja dari awal (nggak usah jahit) :))


Kenapa?

1. Baru Bisa Fitting di H-2
Kami udah dateng ke butiknya sejak 8 bulan sebelum hari H, tiap bulan didatengin , tapi tetep baju baru dijahit kurang dari... sebulan (if I'm not mistaken--pokoknya mepet lah)


2. Banyak Request yang Tidak Terpenuhi
Mungkin karena pas omong-omongan nggak ada MoM (Minute of Meeting) nya dan mbaknya ini kelihatannya agak arogan dan idealis dengan maunya dia. padahal tujuan kita mau sewa perdana kan biar sesuai dengan mau kita ya? 



Salah satunya, saya udah request nggak mau pakai high heels terlalu tinggi. Selain kaki saya pernah cedera dan nggak pernah biasa pakai high heels, yang pasti udah tau nanti bakal capek banget berdiri 3 jam lebih. Ternyata pada akhirnya sama mbaknya tetep dibeliin high heels 10 cm, dan baju yang sudah dijahit mengharuskan pakai heels setinggi itu :) kalau nggak, jelek bentuk bajunya :) dan udah nggak mungkin direvisi, karena ya tadi, jahitnya mepet banget kurang dari sebulan :)




3. Jahitan di Badan Nggak Enak
Designnya memang cantiiiiik banget, nggak ada yang mencela, banyak yang memuji. Termasuk baju mamah dan adikku.







Tapiiii kami semua yang make setuju, bahwa jahitannya di badan nggak enak banget! Nggak tau ya, mungkin karena saya dan keluarga biasa jahit baju di penjahit yang terkenal jahitannya enak, bahkan bisa nutupin kekurangan bentuk tubuh. Jadi begitu dapet penjahit yang nggak enak, kerasa banget nggak enaknya. Rasanya susah mau angkat-angkat tangan. Memasang korset pun harus setengah mati biar perutnya nggak keliatan! haduh menderita.


4. Peci Pengantin Pria Kegedean
padahal udah request ukuran :) Untung bisa diakali dengan....pakai ganjelan :)




5. Hijab Do Tidak Sesuai Ekspektasi
Mama saya keukeuh di hari H saya harus dipakein jilbab sama dia dengan alesan kan dia yg ngerti gimana bagusnya. Ternyata ... hhhhhhh paling sebel saya sama jilbabnya karena lagi-lagi dia nggak mau dengerin maunya kita. Oke dengerin sih, tapi akan ditimpali dengan "jelek mba, masa gitu doang. Alisnya harus kelihatan sampai ujung. gini udah bagus"  Setelah acara berakhir, mama menyampaikan kekecewaanku ke mbak designernya, yang akhirnya hanya ditanggapi dengan "Ya memang, pemakaian jilbab itu kan cuma service tambahan, bukan tanggung jawab utama saya"  Padahal kan bukan itu poinnya :) Kita udah kasih kepercayaan penuh, tapi tanggepannya begitu kan kesel :)

7. Banyak yang Tidak Sesuai Ekspektasi
bajunya rempong dan berat banget sis!


Less expectation, less hurt. Sewa perdana itu bikin kita nggak bisa mengendalikan ekspektasi. Coba kalau sewa saja. Kita udah tau bentuk barangnya. Udah siap dengan segala resikonya. Ya tapi mungkin ini hanya berlaku di vendor yang ini ya, kalau designer lain yang kelasnya lebih tinggi mungkin bisa puas hasilnya ya. Keselnya lagi, sewa perdana di sini juga nggak murah :) tapi ya sudah diikhlaskan saja. toh hasilnya tetap cantik (((menghibur diri)))





Oh iya ini sewa perdana di AQB.

You Might Also Like

2 comments