Memilih Wedding Venue

1:21:00 PM

Sebelum cari vendor, terutama venue, ketok palu dulu buat tanggal pernikahan dan jumlah undangan. Kenapa? Soalnya, kalau mau cari venue pernikahan atau tanya-tanya ke vendor pernikahan di wedding fair, pertanyaan pertamanya pasti seputar itu. Jumlah undangan untuk pemilihan gedung nggak perlu exact jumlahnya, kisaran aja cukup, misal kalau saya 750 undangan. Artinya kami butuh venue dengan kapasitas 1500-an orang.

Tanggal pernikahan kami ditentukan oleh ketersediaan jadwal dari perias pengantin. Kenapa? Ya terserah aja, semua orang bebas mau memprioritaskan yang mana :))

Nah untuk memilih wedding venue, berikut adalah yang saya dan mama pertimbangkan:

1. Kapasitas Venue
Cari venue yang memiliki kapasitas sesuai dengan jumlah undangan. Jangan terlalu sempit sampai para undangan harus senggol-senggolan, jangan juga terlalu besar sehingga terlihat lowong dan sepi.



2. Harga
Sangat penting menentukan berapa harga yang rela dan sanggup kita keluarkan untuk venue. Emphasize, RELA DAN SANGGUP! Jangan sampai acara sehari membuat kita harus melunasi hutang bertahun-tahun. Venue ini salah satu yang berpotensi mengambil porsi harga cukup besar selain catering. Kami sabar-sabar aja tiap ada yang komentar "lho kok acaranya nggak di ballroom hotel?"
Tahan-tahan in hati adalah koentji.
Komentar seperti ini abaikan aja. Apalagi kalau yang komentar tidak ikut menyumbang dana pelaksanaan pernikahan. Komentar miring soal acara pernikahan paling lama hanya bertahan sebulan, karena semua orang harusnya sibuk dengan urusannya masing-masing. Fyi ballroom hotel inceran di Cirebon harganya hampir 100 juta untuk 3 jam, dengan kapasitas yang nggak gede-gede amat, dan design yang biasa-biasa saja.

3. Lokasi dan Cuaca
Akad nikah dan resepsi di lokasi yang berbeda atau sama? Mau indoor atau outdoor? Kalau mau outdoor wajib rencanakan plan B kalau tiba-tiba hujan bagaimana? Kalau cuaca terlalu panas bagaimana? Pertimbangkan juga jarak venue dari pusat kota, rumah kita dan tempat menginap para keluarga. Semakin dekat tentu semakin baik karena tamu jadi tidak malas datang, lebih bagus kalau akses kendaraan umum atau taksi online nya tidak sulit.

Dalam hal ini sebaiknya jangan egois dan perhatikan tamu undangan. Venue outdoor (pool maupun garden party) yang manis dan unyu-unyu hanya cocok untuk tamu undangan SEDIKIT, bahasa kerennya: intimate wedding. Itu pun mungkin hanya menarik di mata para hopeless romantic (macem saya). Kalau di acara kami, seperti kebanyakan orang Indonesia pada umumnya, 80% tamu undangan adalah kolega mama papa, pastinya sudah berumur. Tau kan tradisi masyarakat seusia itu ya datang ke kondangan hanya untuk nulis buku tamu, ngamplop, salaman, dan makan dengan  nyaman. apalagi kalau tamu undangannya 1700 ya cyin, lupakan outdoor-outdoor an, bisa jadi sangat nggak nyaman. 

4. Fasilitas
Jangan lupa tanya/survey di venue itu apakah tersedia:
- Area parkir yang memadai
- Dapat kursi berapa? Atau harus nambah sendiri?
- Listrik, apa perlu genset?
- AC, apa perlu tambahan?
- Lighting
- Design gedungnya bagus nggak? Ini buat saya minor ya. Karena yaudalah ya yang penting layak.

Dari semua pertimbangan ini, kami memutuskan untuk memilih venue akad nikah maupun resepsi di Gedung Pancaka Braja Pertamina Klayan, Cirebon. Sejujurnya, design gedungnya relatif kuno dan nggak bagus-bagus amat sih, tapi alhamdulillah masih sangat layak dan memenuhi semua poin-poin di atas. Poin penting lainnya, mama punya akses orang dalem haha. kami bahkan diizinkan loading peralatan dan dekorasi sejak H-2!

Area Parkir Cukup Besar


Awalnya mama ingin akad nikah di rumah atau di masjid sih, tapi dipikir-pikir agak repot dekorasi dan koordinasinya kalau beda venue antara akad dan resepsi. Belum lagi rumah saya sempit dan berantakan :))

Yang agak di luar prediksi adalah selain tamu yang datang rame banget nggak habis-habis, cuaca di luar juga panas terik, mataharinya ada 10! Sehingga udah nambah AC 16 unit pun gedungnya tetep gerah dan sumuk. Nggak kebayang kalau kami jadi pakai venue outdoor mungkin saya udah mimisan.

You Might Also Like

0 comments