How I met Him #5 – Friendzone

4:08:00 PM 0 Comments A+ a-

Seiring berjalannya waktu, erotomania saya semakin sering kambuh. Hal ini diperparah Astri yang sering menggoda dengan bilang bahwa Hanif juga suka sama saya, tapi memendam perasaannya, karena tidak mau merusak persahabatan yang sudah terjalin, sama kayak saya. Halah.

Belakangan baru saya tau, Astri juga bilang tentang perasaan saya ke Hanif, yang mana adalah benar. Sementara perasaan Hanif yang disampaikan Astri itu, mengada-ngada. Demi menjodohkan kita.

Saya sih setengah nggak percaya. Setengah ngarep.

But Hanif is being Hanif.

Dia tetap bersikap baik, manis dan menyenangkan buat saya. Membuat saya merasa spesial dengan berbagai cara. Salah satunya dengan chat Yahoo! Messenger (YM). Dulu aplikasi paling hype buat chatting ya si YM ini.

Pernah kita 3 malam chat sampai jam 12 malem lebih, membahas apakah masing-masing kita menyimpan suatu cerita yang dirahasiakan. Kurang lebih isinya begini:

“Ayo, ceritain! Kamu kok nggak mau cerita sih”

“haha kamu aja yang cerita. Aku sih kalau ada apa-apa pasti cerita. Kan kita classmate, GO mate, soulmate :D”

Friendzoned detected.

Saya sih tentu saja ngarep dia bakal ngaku bahwa dia memendam perasaan buat saya, which is... silly.

Di tengah-tengah chat itu saya sempat memunculkan jokes 
“awas lho ntar suka sama aku”

yang mana sekali lagi adalah... ngarep. Dia ketawa. Kita bahas hal lain, saya sempat bilang “ih jijik” lalu dia balik becandain saya dengan jokes yang sama

“Wah jijik-jijik, awas lho ntar malah suka sama aku”

“Haha iya emang udah suka kok” (LHO KOK MALAH EIKE YANG NGAKU)

“Hahhahahaha pret!”

“eh iya loh beneran” (I don’t know why I did this T_T)

“Eh serius????? Saya nanya nggak bercanda lho”

“udah sana solat dulu katanya mau solat”

“udah solat nih”

“yaudah tidur katanya ngantuk”

“udah nggak jadi ngantuk. Jadi yang dibilang Astri nih beneran ya? Jadi ini ya yang kamu maksud kalau kamu bilang akan bikin aku ilfil? Enggak kok, tenang aja :) ”

Apa nih, dia cuma memunculkan emoticon senyum. *tungguin 15 menit* OKAY FIX INI CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN. MALU! Abbort Mission. Retreat!

“Eh, jangan dianggep serius ya hihihihihi”

“Aah yang beneeer?”

“Iya beneeer”

“Hahaha lucu”

“Apanya?”

“Kamu. Jadi pengen liat langsung mukanya”

*BLUSHING*

Kenapa sih cowok kalau tau lagi ditaksir cewek malah jadi seneng bikin gr gitu?

Kenapa?


Selanjutnya, hubungan kami masih berjalan seperti sebelumnya. Curhat-curhatan, ngobrol nggak jelas, dia ngacak-ngacak rambut saya, saya numpang tidur di bahu dia di perjalanan ke luar kota bareng teman-teman lain dan flirting-flirting yang saya tau ini jebakan friendzone belaka, tapi cukup membuat saya senang. Ya namanya jug libra. Karakteristiknya memang tukang flirting dan suka gede kepala. *Nyalahin zodiak*



By the way, film dengan tema friendzone selalu jadi favorit saya sejak dulu. Karena rasanya sangat related ke kehidupan saya. Hihihi. This is one of my favourite: “What If”