How I Met Him #11 - Epilog

1:04:00 PM 0 Comments A+ a-

Sejak saat itu, kami jadi sering makan, nonton, dan jalan bareng. Sering panggil sayang juga, walau (saya) ngaku ke orang-orang masih jomblo. Sampai suatu hari saya di-"sidang" oleh sahabat-sahabat kuliah, dengan keputusan sebagai berikut:

"ITU SIH ELO PACARAN NAMANYA, MBAK!" semua pada bilang gitu. Oke. Ya sudah deh, walau tidak tau kapan resmi pacarannya, kalau ditanya orang, harus mengakui bahwa itu pacar :))

Then we live happily ever after!

 

Nggak deng, bohong. There's no such thing as 'happily ever after'

Masalah pasti dan akan selalu ada. Walau orang bilang pasangan hidup terbaik adalah teman sendiri karena dia sudah lama mengenal dan sangat mengerti kita, kenyataannya nggak gitu juga. Seperti apa yang dikatakan oleh John Gray: Men are from mars, women are from venus.  

Nggak usah ngarep akan ada orang yang 100% mengerti kita, karena kadang kita sendiri pun nggak ngerti kita ini maunya apa. Ya kan? Apa lagi pasangan kita, yang beda planet itu. Kita cuma bisa mencoba mengerti, karena setiap orang maunya dingertiin. 

Keuntungan memiliki pasangan yang sudah lama mengenal kita sebagai sahabat adalah, kita bisa skip tahapan mengenalkan diri kita yang ribet dan runyem ini ke orang baru. Itu saja. Lalu, bagaimana saya bisa yakin bahwa he's the one?

You will eventually know.
How?
You just know... :)

Banyak hal menyebalkan dari Hanif, tapi saya tau pasti, kalau nggak ada dia, hidup pasti lebih terasa menyebalkan lagi. Banyak hal dari saya yang pasti membuat Hanif sebal, ini akan terdengar sangat naif dan kegeeran, tapi saya percaya Hanif nggak akan kepikir nyari perempuan lain lagi yang jauh lebih baik dari saya untuk menjadi pasangan hidupnya, bahkan sejak 4 tahun yang lalu mungkin :p

Seperti kata pepatah: "Love is what is left after the butterfly's gone"

Some people continue to move from relationship to relationship after the initial euphoric high levels out.. It called "infatuations addict"
Some go on into the next mature level or kind of Compassionate Love. Mature Love transforms into loving the other person as he or she is. (pernah dibahas di tumblr)

Saya nggak tau apakah sepuluh-dua puluh tahun lagi kami masih merasakan hal yang sama, nikah aja belom, yaelah yang nikah juga bisa cerai. Tapi semoga catatan ini akan selalu mengingatkan, kita pernah punya hubungan yang manis, dan semoga bisa manis terus sampai kakek-nenek :)